GIZ_0259Pano

Komitmen Indonesia-Jerman Dorong Percepatan Implementasi Ekonomi Sirkular di Provinsi Jawa Timur

Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Jerman terus memperkuat kolaborasi dalam mendorong percepatan implementasi ekonomi sirkular di Indonesia. Melalui proyek InCircular: Promoting a Circular Economy in Indonesia, kedua negara mendukung implementasi Peta Jalan Ekonomi Sirkular dan Rencana Aksi Nasional 2025–2045 yang diluncurkan pada tahun 2024 sebagai bagian dari transformasi menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan.

 

InCircular merupakan kerjasama teknis antara Pemerintah Indonesia-Jerman melalui Kementerian PPN/Bappenas yang diimplementasikan oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH untuk mendukung implementasi peta jalan dan rencana aksi Indonesia tersebut. InCircular akan berfokus pada (1) penguatan strategi, kebijakan dan kerangka regulasi, (2) kerjasama sektor swasta, Extended Producer Responsibility (EPR) & keuangan, (3) pengembangan Kapasitas, penelitian, dan pengembangan produk, (4) memajukan ekonomi sirkular melalui peningkatan pengelolaan sampah di lokasi pilot (tingkat provinsi dan kabupaten atau kota terpilih). Transformasi pengelolaan sampah dan penguatan ekonomi sirkular menjadi kunci dalam peningkatan efisiensi sumber daya dan mengurangi tekanan terhadap lingkungan.

 

Acara Regional Kickoff Jawa Timur  di Surabaya pada Jumat (17/4) merupakan tindak lanjut dari peluncuran Project InCircular yang diresmikan pada November 2025 lalu. Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Nizhar Marizi, mengatakan, “Untuk mencapai transisi ekonomi sirkular yang diharapkan, penyelarasan antara kebijakan dan strategi nasional serta implementasi di tingkat provinsi penting dilakukan”.

 

“Implementasi ekonomi sirkular di Jawa Timur dapat menjadi salah satu pondasi dari transformasi yang ingin dituju Indonesia”, lanjutnya.

 

Di tempat yang sama, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Mohammad Yasin menegaskan pihaknya menyambut baik untuk menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi percontohan. “Provinsi Jawa Timur telah lama berkomitmen dalam implementasi kebijakan pengelolaan sampah berbasis model ekonomi sirkular. Langkah ini tidak sekedar dilakukan untuk menjaga lingkungan, tetapi juga untuk menciptakan ekonomi baru yang berkelanjutan”.


Director, Urban Development Cluster, GIZ Indonesia & ASEAN, Thomas Foerch, menekankan bahwa kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jerman berpeluang besar dalam memajukan upaya transisi ekonomi sirkular di Indonesia, baik di tingkat nasional maupun di tingkat provinsi serta kota yang terpilih dalam InCircular. “Ini bukan kali pertama Jerman bermitra dengan Indonesia dalam pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular. Selama beberapa dekade, kerja sama finansial dan teknis, termasuk melalui Bank Pembangunan Jerman (KfW) dan GIZ memberikan pengembangan kapasitas pemerintah pusat dan daerah, penyusunan kebijakan dan regulasi, pelibatan sektor swasta, hingga perencanaan infrastruktur.

InCircular ke depannya akan menjadi platform untuk penyelarasan prioritas bersama Pemerintah Indonesia dan Jerman dalam mendorong agenda ekonomi sirkular nasional.

Mohammad Yasin menambahkan, “Selain aspek teknis berupa peningkatan kapasitas para pemangku kepentingan, kita juga akan mendorong industri dalam menerapkan Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas/ Extended Producer Responsibility (EPR). EPR memungkinkan para produsen bertanggung jawab atas seluruh siklus hidup produk mereka, termasuk pengelolaan sampah pasca pakai”.

Comments are closed.