Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bersama Global Green Growth Institute (GGGI) menyelenggarakan pertemuan kick-off proyek Pengembangan Daur Ulang Baterai Kendaraan Listrik dan Manajemen Elektronik Sirkular di Jakarta pada (26/02). Pertemuan ini mempertemukan perwakilan kementerian dan lembaga pemerintah, pelaku industri, asosiasi, akademisi, serta mitra pembangunan untuk memulai kolaborasi dalam memperkuat implementasi ekonomi sirkular di sektor elektronik di Indonesia. Proyek ini didanai oleh Pemerintah Republik Korea melalui Korean Green New Deal Trust Fund (KGNDTF) bertujuan mendukung transisi menuju ekonomi hijau serta pengelolaan limbah elektronik yang lebih berkelanjutan di Indonesia.
Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar terkait limbah elektronik (e-waste). Pada 2022, Indonesia diperkirakan menghasilkan sekitar 1,9 juta ton limbah elektronik, dengan sekitar 95 persen di antaranya belum dikelola secara optimal. Di saat yang sama, pemerintah juga mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi sektor transportasi dan transisi menuju energi bersih. Sejalan dengan target nasional mencapai 2 juta mobil listrik dan 13 juta kendaraan listrik roda dua pada 2030, pengelolaan siklus hidup baterai kendaraan listrik menjadi isu strategis yang perlu dipersiapkan sejak dini.
Melalui proyek ini, Bappenas dan GGGI akan melakukan penilaian tingkat sirkularitas sektor elektronik, termasuk pemetaan inisiatif ekonomi sirkular yang telah berjalan, identifikasi sub sektor prioritas, serta pengembangan metodologi untuk mengukur tingkat sirkularitas sektor tersebut. Selain itu, proyek ini juga akan mengembangkan proposal proyek percontohan untuk sistem pengumpulan dan fasilitas daur ulang baterai kendaraan listrik di Indonesia.
“Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi bentuk konsolidasi multipihak, khususnya para pemangku kepentingan di sektor elektronik dari hulu hingga hilir, termasuk dalam pengelolaan dan daur ulangnya,” ujar Nizhar Marizi, Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas.
Ke depan, proyek ini akan menghasilkan analisis situasional mengenai sistem pengumpulan dan daur ulang baterai kendaraan listrik di Indonesia, termasuk pemetaan pemangku kepentingan, kebutuhan infrastruktur, serta analisis pasar material baterai. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan proposal proyek percontohan yang akan diajukan kepada mitra pendanaan internasional.








