JAKARTA –Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan United Nations Environment Programme (UNEP) melalui proyek InTex Indonesia yang didukung oleh Pemerintah Denmark, serta berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyelenggarakan pelatihan “Pengenalan Konsep Ekonomi Sirkular dan Penilaian Daur Hidup (Life Cycle Assessment/LCA)” yang mempertemukan pelaku industri tekstil untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan dalam mengadopsi praktik ekonomi sirkular di Jakarta (09/04).
Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Nizhar Marizi mengatakan “Acara hari ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terkait kerangka kebijakan ekonomi sirkular dan potensi pasar bagi industri tekstil, meningkatkan kesadaran mengenai pendekatan ekonomi sirkular dan LCA sebagai instrumen praktis untuk mendukung produksi berkelanjutan, serta pengambilan keputusan bisnis yang ramah lingkungan, sirkular, dan berkelanjutan”.
Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 April 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas industri tekstil dalam memahami dan menerapkan prinsip ekonomi sirkular, sekaligus memperkuat daya saing industri di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap produk berkelanjutan.
Selain meningkatkan pemahaman, pelatihan ini juga mendorong peserta untuk mengidentifikasi peluang awal penerapan praktik ekonomi sirkular di perusahaan masing-masing. Ke depan, peserta yang terlibat akan berkesempatan mengikuti pelatihan lanjutan serta mendapatkan pendampingan teknis dalam menyusun langkah implementasi yang konkret.
Program ini menargetkan partisipasi pelaku industri tekstil dari berbagai wilayah sentra produksi di Indonesia. Pendekatan pelatihan yang digunakan bersifat interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan latihan praktik untuk memastikan materi dapat langsung diterapkan dalam konteks bisnis.
Pemerintah Indonesia terus mendorong transisi menuju ekonomi sirkular sebagai bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan. Melalui Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular Indonesia 2025–2045, sektor tekstil ditetapkan sebagai salah satu sektor prioritas yang perlu didorong transformasinya menuju praktik yang lebih ramah lingkungan dan efisien sumber daya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, mitra pembangunan, dan pelaku industri, diharapkan sektor tekstil Indonesia dapat bertransformasi menjadi lebih berkelanjutan, inovatif, dan berdaya saing di tingkat global.










